Minggu, 16 Januari 2011

PROTOKOL PADA LAYER APLIKASI

Protokol-protokol yang terdapat di Layer Application :

1. Web Server (HTTP,HTTPS)

HTTP (Hypertext Transfer Protocol, adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW).
Fungsi :
menjawab antara client dan server.
membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di host yang jauh (biasanya port 80).
HTTPS adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Pada umumnya port HTTPS adalah 443.
Fungsi : HTTPS melakukan enkripsi informasi antara browser dengan web server yang menerima informasi. Memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers (penguping), dan man in the middle attacks.

2. Mail (SMTP, POP3,IMAP)
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik (e-mail) di Internet. Menggunakan TCP, port 25.
Fungsi : digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan e-mail dari e-mail klien ke e-mail server, mengirimkan e-mail kepada lokal account, dan menyiarkan ulang e-mail antara server-server SMTP.
POP3 (Post Office Protocol version 3) sesuai dengan namanya merupakan protokol yang digunakan untuk pengelolaan mail.
Fungsi : digunakan untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email. Menggunakan TCP, port 110.
IMAP (Internet Message Access Protocol)
adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. Lebih kompleks daripada POP3.
Fungsi : memilih pesan e-mail yang akan di ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, menghapus pesan e-mail yang ada.

3. FTP (File Transfer Protocol)

adalah sebuah protokol Internet yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP menggunakan protocol TCP port 21.
Fungsi :
untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP.
Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.

4. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya, artinya DHCP tersebut berbenturan, karena potokol IP tidak mengizinkan 2 host memiliki IP yang sama.
Fungsi :
· Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP.
· memberikan framework untuk disampaikan kepada client yang berisikan informasi tentang konfigurasi jaringan.

5. TELNET(Telecommunication network)

Adalah terminal interaktif untuk mengakses suatu remote pada internet.
Fungsi : digunakan untuk mengakses remote host melalui terminal yang interaktif

6. DNS (Domain Name System)

Merupakan database terdistribusi yang diimplementasikan secara hirarkis dari sejumlah name servers .
Fungsi :
· menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
· address/name translation
· DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

7. SNMP (Simple Network Management Protocol)

adalah standar manajemen jaringan pada TCP/IP.
Fungsi : supaya informasi yang dibutuhkan untuk manajemen jaringan bisa dikirim menggunakan TCP/IP. Protokol tersebut memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan perangkat jaringan khusus yang berhubungan dengan perangkat jaringan yang lain untuk mengumpulkan informasi dari mereka, dan mengatur bagaimana mereka beroperasi.

8. NFS (Network File System)
NFS umumnya menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang berjalan di atas UDP dan membuka port UDP dengan port number 2049 untuk komunikasi antara client dan server di dalam jaringan. Client NFS selanjutnya akan mengimpor sistem berkas remote dari server NFS, sementara server NFS mengekspor sistem berkas lokal kepada client.

Mesin-mesin yang menjalankan perangkat lunak NFS client dapat saling berhubungan dengan perangkat lunak NFS server untuk melakukan perintah operasi tertentu dengan menggunakan request RPC. Adapun operasi-operasi yang didukung oleh NFS adalah sebagai berikut:

Mencari berkas di dalam direktori.
Membaca kumpulan direktori.
Memanipulasi link dan direktori.
Mengakses atribut berkas.
Membaca dan menulis berkas.

Perlu diketahui bahwa server NFS bersifat stateless , yang artinya setiap request harus mengandung argumen yang penuh dan jelas sebab server NFS tidak menyimpan sejarah informasi request . Data yang dimodifikasi harus di commit ke server sebelum hasilnya di kembalikan ke client . NFS protokol tidak menyediakan mekanisme concurrency-control.

9. RPC (Remote Procedure Call)

RPC adalah suatu protokol yang menyediakan suatu mekanisme komunikasi antar proses yang mengijinkan suatu program untuk berjalan pada suatu komputer tanpa terasa adanya eksekusi kode sistem yang jauh (remote system).RPC digunakan untuk membangun aplikasi klienserver yang terdistribusi.Didasarkan pada memperluas konsep konvensional dari suatu prosedur dimana nantinya dapat dipanggil dimana pemanggil tidak harus mempunyai alamat sama dengan lokasi prosedur dipanggil.RPC mengasumsi keberadaan TCP atau UDP untuk membawa pesan data dalam komunikasi suatu program.Protokol RPC dibangun diatas protokol eXternal Data Representation (XDR) yg merupkn stndr representasi data dlm komunikasi remote.Protokol RPC mengijinkan pengguna untuk bekerja dengan prosedur remote sebagaimana bekerja dengan prosedur lokal.

10. TFTP (Trivial File Transfer Protocol)

TFTP (Trivial File Transfer Protocol) Adalah protokol sederhana untuk mentransfer file. Protokol ini telah di implementasikan dalam User Datagram Protocol (UDP) yang digunakan untuk melakukan booting komputer seperti halnya router jaringan komputer yang tidak memiliki perangkat penyimpanan data. Protokol ini kini masih digunakan untuk mentransfer berkas-berkas kecil antar host di dalam sebuah jaringan, seperti halnya ketika terminal jarak jauh thin client lainnya melakukan proses booting dari sebuah host jaringan atau server.

Protokol ini kini masih digunakan untuk mentransfer berkas-berkas kecil antar host di dalam sebuah jaringan, seperti halnya ketika terminal jarak jauh TFTP client lainnya melakukan proses booting dari sebuah host jaringan atau server. Umumnya kesahalahan disebabkan karena penghentian koneksi itu. Yaitu dengan mengirimkan sinyal paket kesalahan, yang tidak diakui dan tidak dipancarkan kembali, sehingga mendapatkan akhir koneksi yang lain. Oleh karena itu, timeouts digunakan untuk mendeteksi penghentian seperti itu ketika terjadi kesalahan paket yang telah hilang. Kesalahan ini disebabkan oleh tiga jenis peristiwa, yaitu tidak mampu mencukupi request itu, file yang tidak ditemukan, pelanggaran akses atau tidak.

PROTOKOL PADA LAYER TRANSPORT

1. TCP
Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang berada di transport layer (baik itu dalam model referensi OSI atau DARPA) yang connection-oriented dan reliable.

TCP memiliki karakteristik sebagai berikut:

Berorientasi sambungan (connection-oriented): Sebelum data dapat ditransmisikan antara dua host, dua proses yang berjalan pada lapisan aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi terlebih dahulu. Koneksi TCP ditutup dengan menggunakan proses terminasi koneksi TCP (TCP connection termination).
Full-duplex: Untuk setiap host TCP, koneksi yang terjadi antara dua host terdiri atas dua buah jalur, yakni jalur keluar dan jalur masuk. Dengan menggunakan teknologi lapisan yang lebih rendah yang mendukung full-duplex, maka data pun dapat secara simultan diterima dan dikirim. Header TCP berisi nomor urut (TCP sequence number) dari data yang ditransmisikan dan sebuah acknowledgment dari data yang masuk.
Dapat diandalkan (reliable): Data yang dikirimkan ke sebuah koneksi TCP akan diurutkan dengan sebuah nomor urut paket dan akan mengharapkan paket positive acknowledgment dari penerima. Jika tidak ada paket Acknowledgment dari penerima, maka segmen TCP (protocol data unit dalam protokol TCP) akan ditransmisikan ulang. Pada pihak penerima, segmen-segmen duplikat akan diabaikan dan segmen-segmen yang datang tidak sesuai dengan urutannya akan diletakkan di belakang untuk mengurutkan segmen-segmen TCP. Untuk menjamin integritas setiap segmen TCP, TCP mengimplementasikan penghitungan TCP Checksum.
Byte stream: TCP melihat data yang dikirimkan dan diterima melalui dua jalur masuk dan jalur keluar TCP sebagai sebuah byte stream yang berdekatan (kontigu). Nomor urut TCP dan nomor acknowlegment dalam setiap header TCP didefinisikan juga dalam bentuk byte. Meski demikian, TCP tidak mengetahui batasan pesan-pesan di dalam byte stream TCP tersebut. Untuk melakukannya, hal ini diserahkan kepada protokol lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model), yang harus menerjemahkan byte stream TCP ke dalam "bahasa" yang ia pahami.
Memiliki layanan flow control: Untuk mencegah data terlalu banyak dikirimkan pada satu waktu, yang akhirnya membuat "macet" jaringan internetwork IP, TCP mengimplementasikan layanan flow control yang dimiliki oleh pihak pengirim yang secara terus menerus memantau dan membatasi jumlah data yang dikirimkan pada satu waktu. Untuk mencegah pihak penerima untuk memperoleh data yang tidak dapat disangganya (buffer), TCP juga mengimplementasikan flow control dalam pihak penerima, yang mengindikasikan jumlah buffer yang masih tersedia dalam pihak penerima.
Melakukan segmentasi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model)
Mengirimkan paket secara "one-to-one": hal ini karena memang TCP harus membuat sebuah sirkuit logis antara dua buah protokol lapisan aplikasi agar saling dapat berkomunikasi. TCP tidak menyediakan layanan pengiriman data secara one-to-many.
TCP umumnya digunakan ketika protokol lapisan aplikasi membutuhkan layanan transfer data yang bersifat andal, yang layanan tersebut tidak dimiliki oleh protokol lapisan aplikasi tersebut. Contoh dari protokol yang menggunakan TCP adalah HTTP dan FTP.

Segmen-segmen

Segmen-segmen TCP akan dikirimkan sebagai datagram-datagram IP (datagram merupakan satuan protocol data unit pada lapisan internetwork). Sebuah segmen TCP terdiri atas sebuah header dan segmen data (payload), yang dienkapsulasi dengan menggunakan header IP dari protokol IP.

Proses enkapsulasi data protokol TCP/IP: Data aplikasi + header TCP + header IP + header network interface (Ethernet, Token Ring, dll) + trailer network interface
Sebuah segmen dapat berukuran hingga 65495 byte: 216-(ukuran header IP terkecil (20 byte)+ukuran header TCP terkecil (20 byte)). Datagram IP tersebut akan dienkapsulasi lagi dengan menggunakan header protokol network interface (lapisan pertama dalam DARPA Reference Model) menjadi frame lapisan Network Interface.

Di dalam header IP dari sebuah segmen TCP, field Source IP Address diatur menjadi alamat unicast dari sebuah antarmuka host yang mengirimkan segmen TCP yang bersangkutan. Sementara itu, field Destination IP Address juga akan diatur menjadi alamat unicast dari sebuah antarmuka host tertentu yang dituju. Hal ini dikarenakan, protokol TCP hanya mendukung transmisi one-to-one.

TCP Header
Ukuran dari header TCP adalah bervariasi, yang terdiri atas beberapa field yang ditunjukkan dalam gambar dan tabel berikut. Ukuran TCP header paling kecil (ketika tidak ada tambahan opsi TCP) adalah 20 byte.








2. UDP
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol transport layer TCP/IP yang mendukung komunikasi unreliable, connectionless antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.

UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:

Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.
UDP tidak menyediakan layanan-layanan antar-host berikut:

UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar. Tugas buffering merupakan tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP.
UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP. Karena itulah, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai Maximum Transfer Unit/MTU) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data tersebut dikirim. Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan nilai MTU, paket data yang dikirimkan bisa saja terpecah menjadi beberapa fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.
UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control, seperti yang dimiliki oleh TCP.
UDP, berbeda dengan TCP yang memiliki satuan paket data yang disebut dengan segmen, melakukan pengepakan terhadap data ke dalam pesan-pesan UDP (UDP Messages). Sebuah pesan UDP berisi header UDP dan akan dikirimkan ke protokol lapisan selanjutnya (lapisan internetwork) setelah mengepaknya menjadi datagram IP. Enkapsulasi terhadap pesan-pesan UDP oleh protokol IP dilakukan dengan menambahkan header IP dengan protokol IP nomor 17 (0x11). Pesan UDP dapat memiliki besar maksimum 65507 byte: 65535 (216)-20 (ukuran terkecil dari header IP)-8 (ukuran dari header UDP) byte. Datagram IP yang dihasilkan dari proses enkapsulasi tersebut, akan dienkapsulasi kembali dengan menggunakan header dan trailer protokol lapisan Network Interface yang digunakan oleh host tersebut.

Dalam header IP dari sebuah pesan UDP, field Source IP Address akan diset ke antarmuka host yang mengirimkan pesan UDP yang bersangkutan; sementara field Destination IP Address akan diset ke alamat IP unicast dari sebuah host tertentu, alamat IP broadcast, atau alamat IP multicast.

Header UDP
Header UDP diwujudkan sebagai sebuah header dengan 4 buah field memiliki ukuran yang tetap.

 

CARA KERJA SNMP



SNMP (Simple Network Management Protocol)
Protokol yang dapat digunakan untuk melakukan menagemen jaringan. Dengan menggunakan protokol
ini kita bisa mendapatkan informasi tentang status dan keadaan dari suatu jaringan.
Protokol ini menggunakan transpor UDP pada port 161

Komponen utama dalam proses manajemen jaringan TCP/IP terdiri dari tiga elemen, yaitu:

1. MIB (Management Information Database)
Adalah struktur basis data variabel dari elemen jaringan yang dikelola.
Pada kelompok interface terdapat variabel objek MIB yang mendefinisikan karakteristik
interface diantaranya : ifInOctets mendefinisikan jumlah total byte yang diterima,ifOutOctets
mendefinisikan jumlah total byte yang dikirim, ifInErrors mendefinisikan jumlah paket diterimayang dibuang karena rusak, ifOutErrors mendefinisikan jumlah paket dikirim yang dibuang karena usak, dan variable objek lainnya yang juga berkaitan dengan paket internet.

2. Agen
Merupakan software yang dijalankan di setiap elemen jaringan yang dimonitor. Agen bertugas
mengumpulkan seluruh informasi yang telah ditentukan dalam MIB.

3. Manajer
Merupakan software yang berjalan di sebuah host di jaringan. Bertugas meminta informasi ke Agen. Manajer biasanya tidak meminta semua informasi yang dimiliki oleh agen, tetapi hanya meminta informasi tertentu saja yang akan digunakan untuk mengamati unjuk kerja jaringan.

Manager biasanya menggunakan komputer yang memiliki tampilan grafis dan berwarna
sehingga selain dapat menjalankan fungsinya sebagai Manager, juga untuk melihat grafik unjuk kerja dari suatu elemen jaringan yang dihasilkan oleh proses monitoring. SNMP menggunakan UDP (User Datagram Protocol) sebagai protocol transport untuk mengirimkan pertanyaan dan menerima jawaban dari agen SNMP.

SNMP terdiri dari dua jenis yakni:

· Network Management Station, yang berfungsi sebagai pusat penyimpanan untuk
pengumpulan dan analisa dari data manajemen jaringan.

· Peralatan yang dimanage menjalakan SNMP agent, yaitu proses background yang memonitor peralatan tersebut dan mengkomunikasikannya ke network management station. Peralatan yang memiliki SNMP agent antara lain: CISCO router, Linux Server
Untuk pencatatan data dapat digunakan aplikasi MRTG (Multi Router Traffic Grapher).
Prak I : SNMP dan SNMPD
– Install applikasi snmp, snmpd di mesin linux
# aptget
install snmp snmpd

– Edit konfigurasi snmpd.conf
# vim /etc/snmp/snmpd.conf

– Rubah bagian
# sec.name source community
com2sec paranoid default public
#com2sec readonly default public
#com2sec readwrite default private
Menjadi :
# sec.name source community
#com2sec paranoid default public
com2sec readonly default public
#com2sec readwrite default private

– Rubah bagian syslocation dan syscontact :
syslocation Unknown (configure /etc/snmp/snmpd.local.conf)
syscontact Root (configure /etc/snmp/snmpd.local.conf)
menjadi:
syslocation lab jarkom
syscontact admin

– Kemudian simpan dengan perintah “:wq”

– Restart snmpd dengan perintah :
# /etc/init.d/snmpd restart
Restarting network management services: snmpd.

– Lakukan pengetesan dengan aplikasi snmpwalk
# snmpwalk c
public v
1 localhost
SNMPv2MIB::
sysDescr.0 = STRING: Linux highway 2.6.142686smp
#1 SMP Sat Nov 26
13:37:07 UTC 2005 i686
SNMPv2MIB::
sysObjectID.0 = OID: NETSNMPMIB::
netSnmpAgentOIDs.10
SNMPv2MIB::
sysUpTime.0 = Timeticks: (3691) 0:00:36.91
SNMPv2MIB::
sysContact.0 = STRING: Admin
SNMPv2MIB::
sysName.0 = STRING: highway
SNMPv2MIB::
sysLocation.0 = STRING: Lab Jarkom
SNMPv2MIB::
sysORLastChange.0 = Timeticks: (2) 0:00:00.02…

– Apabila sudah keluar informasi seperti diatas, berarti installasi snmp dan snmpd sudah benar !

Kamis, 30 September 2010

SETTING WEP DAN WPA PADA LEVEL ONE WBR-6002

1. Pertama reset wireless Level One .

2. Lalu tancapkan power wireless Level One, kemudian hubungkan dengan kabel UTP .

3. Buka browser yang ada pada komputer anda .

4. Ganti IP computer dengan segmen 0.

    Contoh : 192.168.0.2

5. Masuk web browser anda menggunakan mozilla atau IE dan ketik IP default LevelOne   yakni :      192.168.0.1

  >Username : admin

   Password :password

   >Masuk menu wirelees > Option (lihat ganbar 1)

   Isi Region Anda

6. Pada menu mode pilih : Router

7. Ubah nama SSID anda.

8. Ubah Chanel No. (terserah catt. Setiap router tidak boleh sama chanelnya karena akan mempengaruhi  


    kekuatan signal.) Cth: menggunakan chanel NO.6

9. klik Konfigurasi SSID 1 ikon untuk mengatur keamanan.




(Gbr.1)

10. Pilih Mode Keamanan pada menu Wireless Security

11. Jika Menggunakan WEP (lihat gambar 3)



(Gbr.2)



(Gbr.3)

12. Pilih Key 1 untuk dijadikan password Dan Save

13. Jika menggunakan WPA TKIP pilih dan klik WPA->TKIP

14. Isi password nya

15. Dan simpan

PEMBAGIAN IP MENGGUNAKAN DHCP


16. Masuk ke menu LAN

17. Ganti IP level one menjadi segmen 1

18. Begitu juga ip pada computer anda ganti dengan segmen 1.

            Cth: 192.168.1.50 ->Pada ip computer

                   192.168.1.10 -> pada ip levelone

19. Pada dhcp ketik ip dengan segmen 1 juga yang akan dibagikan ke client.

           Cth :192.168.1.20 to 192.168.1.50

20. Lalu save

21. Untuk melihat hasil settingan klik menu status



(Gbr.4)

22. Lalu klik Logout

23. Nyalakan wifi Anda

24. Cari Router dengan SSID anda dan click connet

25. Jika berhasil connect dan anda mendapat IP berarti sudah berhasil.


 

Selasa, 24 Agustus 2010

SETTING ACCESS POINT LINKSYS

SETING AP
1. kita reset Ap-nya dengan memecet tombol reset di bagian belakang akses poin slma 10 detik setelah itu cabut powernya kemudian tancapkan lagi.
2. selanjutnya , setting ip dengan ip default bawaan si linksys .ip default linksys yaitu 192.168.254.kalau sudah sambungkan kabel utp dr laptop /pc kea p secara langsung
3. kemudian kita browsing menggunakanfirefox ,IE ,atau lainya lalu ping ke alamat IP default nya (192.168.1.245)
4. setelah itu akan muncullog in
*user name :(dikosongkan )
*password :admin
Klick “login “ dan kita akan menemukan halamansetting berbasis web dari AP sub menu linksys
5. dalam menu sub menu adalah men setting ip address linsys dll.sebaik nya untuk mengganti IP address , dilakukan di akhir konfigurasi ,untuk awalinstaladi , kita masukke menu wireless.
6. dalam sub menu linksys ,kita mengisikan
Mode : mixed
Network name ( SSID ) : kloter_two (atau terserah andav)
Channel : 11-2.462 GHz
SSID broadcast : enable
Kemudian klik “ save seting “

SETTING REPEATER

Konfigurasian repeater pada radio linksys ini hampir sama dengan konfigurasi pada AP hanya saja pada konfigurasi repeater kita menggunakan mode “ wireless repeater “ dapat kita lakukan dengan cara :
1.pertama masukan pada alamat ip default linksys yaitu 192.168.1.254
2. kemudian pilih setup klick AP mode
3. disana terdapat 4 pilihan , jika kita ingin menggunakan radio ini sebagai repeater maka pilihan / centang lah mode “ wireless repeater”

Senin, 23 Agustus 2010

DESAIN WAN SIDOARJO

 
BTS 1,2,3 mencapai ketinggian maks.45 m dan jarak jangkau maks.20 km.


Ket:
>BTS 1 merupakan BTS pusat (berada di Gedangan) yang dibagi menjadi 5 client di tiap kecamatan yakni kecamatan Taman,Sukodono,Buduran,Sedati,dan Waru.
>BTS 2 berada di Wonoayo yang terbagi menjadi 4 client yakni Balongan,Tarik,Krian,dan Prambon.
>BTS 3 berada di Tanggulangin yang terbagi menjadi 7 client yakni Sukodono,Jabon,Porong,Krembung,Tulangan,Candi,Porong.


Mengapa BTS2 harus diletakkan di Wonoayu?
Jawab :Karena itu merupakan letak yang stategis dan jika di letakkan di Krian maka Gresik juga dapat mendapat signal BTS.

BTS adalah kependekan dari Base Transceiver Station. Terminologi ini termasuk baru dan mulai populer di era booming seluler saat ini. BTS berfungsi menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan menuju jaringan lain.

Tower Triangle
Seiring dengan berkembangnya teknologi wireless maka sebagai salah satu infrastruktur penunjang koneksi internet wireless adalah tiang wireless.
Spesifikasi Teknis :
Tipe Galvanish
•    Jenis Triangle Tower
•    Menggunakan Besi 12 mm
•    Panjang per batang = 5 meter
•    Lebar 20 cm x 20 cm x 20 cm
•    Dilapis Galvanish
* Tersedia ukuran lain atau dengan spesifikasi yang berbeda
Biaya :
•    Harga Tiang Rp. 1.300.000,- per batang (5 meter).
•    Harga Anti Petir Rp. 1.500.000,- per tower.
•    Harga Lampu Sign Rp. 600.000,- per buah.

Tipe Painting
•    Jenis Triangle Tower
•    Menggunakan Besi 12 mm
•    Panjang per batang = 5 meter
•    Lebar 20 cm x 20 cm x 20 cm
•    Dilapis Cat (Painting)
* Tersedia ukuran lain atau dengan spesifikasi yang berbeda
CARA MENENTUKAN LETAK BTS

Menentukan letak BTS bisa dengan cara berikut ini......
Survei kelapangan dan ambil koordinat bumi dan ketinggian
-hitung jarak masing – masing ysng berjarak dekat ( di bawah 3 km )
Mungkin bisa disiapkan untuk 1 BTS dan menggunakan OMNI , namun apabila jauh baik dg jalur point to point hingga membutuhkan  perangkat radio yg banyak.


Omni Antena


OMNI TP-LINK 2.4GHZ 12DBI.
antena ini beroperasi di band 2,4-2,5 GHz dan dirancang untuk digunakan di luar ruangan. • Compliant dengan 802.11b / g • 12dBi gain sinyal .
harga : Rp. 316.750,00
 

    
Grid 24 dBi Kenbotong
CODE: GR2424KBT



High-Performance Reflector Grid Wi-Fi Antena menyediakan layanan 24 dBi gain dengan lebar balok 8 derajat-untuk jangka panjang aplikasi yang sangat terarah. Aplikasi termasuk arahkan ke sistem titik, arahkan ke jembatan multi-point dan nirkabel di 2,3-2,5 GHz ISM band dan juga sebagai IEEE 802.11b dan 802.11g sistem LAN nirkabel. Hal ini dapat dipasang baik untuk polarisasi vertikal maupun horizontal.
Applications :
•    2.3 - 2.5 GHz ISM Band
•    IEEE 802.11b and 802.11g Wireless LAN
•    WiFi Systems
•    Long-range Directional Applications
•    Point to Point Systems
•    Point to Multi-point Systems
•    Wireless Bridges
•    Backhaul Applications
•    Wireless Video Systems
Features :
• kinerja superior
• konstruksi Cast aluminium
• sinar UV stabil bubuk abu-abu jas selesai
• Semua operasi cuaca
• 8 ° beam-width
• 12 inch coax memimpin
• Mudah merakit
Sumber : http://www.aksespoint.com/grid-24-dbi-kenbotong-p151.html

Nano Station 2
    
NS2 Nano Station 2, 802.11b/g AP-CPE
CODE: NS2
Harga: Rp 800.000,00
Nanostation beberapa paket kinerja fenomenal dengan desain yang revolusioner menggabungkan keuntungan-hi 4 antena sistem, arsitektur radio canggih, dan sangat diteliti dan dikembangkan teknologi firmware memungkinkan throughput, stabilitas, dan kinerja menyaingi bahkan kapasitas jaringan WiMax akhir tertinggi.
System Information :



Others:
•    Package Contents :
1 x Nano Station 2
2 x Plastic straps
1 x PoE Injector
1 x 12v 1A, Universal Power Supply.
Sumber : http://www.aksespoint.com/ns2-nano-station-2-802-11b-g-ap-cpe-p112.html

Keamanan wireless dengan metode WI-FI Protected Accsess (WPA) WPA (WiFi Protected Access)
WiFi Protected Access (WPA) adalah sebuah langkah maju dari WEP dan kini menjadi bagian dari protokol jaringan nirkabel keamanan 802.11i. Menggunakan protokol integritas temporal kunci (TKIP) enkripsi. Seperti WEP, WPA keamanan melibatkan penandatanganan pada dengan sandi. Sebagian besar hotspot publik baik terbuka atau menggunakan WPA atau 128-bit teknologi WEP, meskipun beberapa masih menggunakan pendekatan WEP rentan.
#kelebihan:
keamanan statik, dengan menggunakan TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) yang mampu secara dinamis berubah setelah 10.000 paket data ditransmisikan. Protokol TKIP akan mengambil kunci utama sebagai starting point yang kemudian secara reguler berubah sehingga tidak ada kunci enkripsi yang digunakan dua kali. Background process secara otomatis dilakukan tanpa diketahui oleh pengguna. Dengan melakukan regenerasi kunci enkripsi kurang lebih setiap lima menit, jaringan WiFi yang menggunakan WPA telah memperlambat kerja hackers yang mencoba melakukan cracking kunci terdahulu.
#Kelemahan:

WEP (Wired Privasi Kesetaraan)

Wired Privasi Kesetaraan (WEP) pernah mengukur keamanan standar untuk keamanan WAN. Ide di belakang WEP adalah untuk menciptakan sebuah platform keamanan jaringan nirkabel yang akan membuat jaringan nirkabel aman seperti jaringan kabel tradisional. Tapi hacker menemukan kerentanan dalam pendekatan WEP, dan hari ini mudah untuk menemukan aplikasi dan program yang dapat kompromi WAN menjalankan keamanan WEP.
#Kelemahan :
•    Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
•    WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
•    Masalah initialization vector (IV) WEP
•    Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)
#Kelebihan :
WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke client maupun access point. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point, dan WEP mempunyai standar 802.11b. Namun bila kunci WEP yang dimasukkan client adalah salah, maka access point akan merespon negatif dan client tidak akan diberi authentikasi. Dengan demikian, client tidak akan terauthentikasi dan tidak terasosiasi




MAC(Media Access Control)

Media Access Control (MAC) alamat penyaringan adalah sedikit berbeda dari WEP atau WPA. Ini tidak menggunakan sandi untuk otentikasi pengguna - menggunakan hardware fisik komputer. Setiap komputer memiliki alamat MAC yang unik. alamat MAC filtering memungkinkan mesin hanya dengan alamat MAC tertentu untuk mengakses jaringan. Anda harus menentukan alamat yang diizinkan ketika Anda mengkonfigurasi router Anda. Metode ini sangat aman, tetapi jika Anda membeli komputer baru atau jika pengunjung ke rumah Anda ingin menggunakan jaringan Anda, Anda harus menambahkan mesin baru 'MAC alamat ke daftar alamat disetujui. Sistem ini tidak sangat mudah. Seorang hacker pintar bisa spoof alamat MAC - yaitu, salin alamat MAC dikenal untuk menipu jaringan bahwa komputer dia menggunakan milik pada jaringan.

Sabtu, 10 April 2010

LAPORAN OJT BULAN KETIGA

LAPORAN OJT (On The Job Training)
di RSUD Kabupaten Sidoarjo
SMKN 3 BUDURAN

Minggu Pertama, Bulan Ketiga


Senin, tgl 22-03-2010

 Kegiatan : 1. Mengisi tinta printer di Ruang Penunjang medis

                 2. Mengentry data pasien

 
Selasa, tgl 23-03-2010

 Kegiatan : 1. Mengisi tinta printer di R.Humas

                 2. Memperbaiki printer R.Tulip

                 3. Blogging


                 4. Mengentry data pasien

Rabu, tgl 24-03-2010

 Kegiatan : 1. Mengisi kembali tinta R.Humas (Epson RX690)

                 2. Installasi software di R.Humas

                 3. Installasi PC +driver + software

Kamis, tgl 25-03-2010

Kegiatan : 1. Modifikasi printer Epson T20E R. Pelayanan

                2. Memperbaiki printer R. Psikologi

             
Jum'at, tgl 26-03-2010


Kegiatan : 1. Entry data pasien

                2. Memperbaiki printer LQ-2180

                3. Memperbaiki jaringan R.Pendapatan


Sabtu, tgl 27-03-2009 


Kegiatan : 1. Memperbaiki printer R. Anggerk Timur (Epson Lx-300+)

                2. Memperbaiki jaringan R. Informasi

Minggu Kedua, Bulan Ketiga


Senin, tgl 29-03-2010

 Kegiatan : 1. Memperbaiki jaringan R. Penunjang medis baru

                 2. Mengistall ulang OS Pc Ruang Humas

 
Selasa, tgl 30-03-2010

 Kegiatan : 1. Modifikasi printer Epson T20E

                 2. Menginstall PC R.Apotek 5


Rabu, tgl 31-03-2010

 Kegiatan : 1. Mengisi tinta printer di R.MR

                 2. Entry data pasien

Kamis, tgl 25-03-2010

Kegiatan : 1. Download driver Acer Aspire 5570

                2. Checking jaringan

             
Jum'at, tgl 26-03-2010

LIBUR (PASKAH)

Sabtu, tgl 27-03-2009 

LIBUR (CUTI BERSAMA)


Minggu Ketiga, Bulan Ketiga


Senin, tgl 22-03-2010

 Kegiatan : 1. Mengisi tinta printer di Ruang Struktural (Bp.Toto)


 
Selasa, tgl 23-03-2010

 Kegiatan : 1. Download driver Acer Travelmate 4200

                 2. Browsing


Rabu, tgl 24-03-2010

 Kegiatan : 1. Sharing printer di R.MR

                 2. Browsing

                 3. Memperbaiki printer Epson LQ-2180

Kamis, tgl 25-03-2010

Kegiatan : 1. Memperbaiki printer R.Pelayanan (Epson T20E)

                2. Memperbaiki printer R. Kasubag Belanja

                3. Checking jaringan R.Apotek 2


                4. Memperbaiki printer R. Keperawatan (Epson C45)

             
Jum'at, tgl 26-03-2010


Kegiatan : 1.Installasi PC new di R. Wakil Direktur

                2. Installasi printer Epson Rx 690 R. Keuangan

                3. Checking PC R. Tulip (B.Sri)


Sabtu, tgl 27-03-2009 


Kegiatan : 1. Installasi printer Canon Pixma ip1000 R. Keperawatan

                2. Installasi PC R. Pelayanan

                3. Mengisi tinta printer R.Penunjang

                4. Memperbaiki printer R.Anggrek Timur (Epson LX-300+)

Minggu keempat, bulan ketiga

Senin, tgl 12-04-2010

Kegiatan : 1. Checking jaringan R. Mawar Kuning – Paviliyun

          2.      Memperbaiki printer Epson C11

          3.      Merakit dan installasi PC

Selasa, tgl 13-04-2010

Kegiatan : 1. Installasi antivirus dan checking jaringan R. Wadir Umum

    2. Installasi Pc new R. Kepegawaian

    3. Browsing

Rabu , tgl 14-04-2010

Kegiatan : 1. Memperbaiki printer R. Wadir Umum

    2. Mengisi tinta printer R. Penunjang (Staf) 

    3. Installasi os, PC R. Laboratorium PK

          4.  Memperbaiki jaringan R. Apotek 1


Kamis  , tgl 15-04-2010

Kegiatan : 1. Sharing printer di R. Program 

    2. Merepair OS PC R. Program 

    3. Installasi software R. Kepegawaian 

          4. Memperbaiki printer Epson T20E R. Tulip (front office)

Jum’at , tgl 16-04-2010

Kegiatan : 1. Setting printer R. Apotek 5

    2. Memperbaiki komputer R. Apotek 2

Sabtu, tgl 17-04-2010

Kegiatan : 1. Memperbaiki printer R. Apotek Teratai

    2. Mengisi tinta R. Bendahara Gaji

    3. Mengisi tinta R. TU
 



Followers

Daftar Blog Saya

thanks

Thank You Myspace Comments